BulelengDaerah

Turyapada Tower Resmi Beroperasi, Siaran TV Digital Kini Jangkau 90 Persen Wilayah Bali

Newtvkaori.com | BULELENG – Beroperasinya Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali menandai babak baru pemerataan akses informasi di Bali. Dengan jangkauan siaran televisi digital yang kini mencapai lebih dari 90 persen wilayah Bali, kehadiran menara ini menjadi solusi nyata bagi kesenjangan siaran, khususnya di kawasan Bali Utara yang selama ini kerap mengalami keterbatasan sinyal.

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meluncurkan siaran televisi digital dari Turyapada Tower yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu, 27 Desember 2025.

Peresmian ditandai dengan prosesi pemindaian (scan) bersama para undangan, sekaligus menandai beroperasinya penuh 30 channel televisi digital dari empat penyelenggara multiplexing.

Peluncuran ini mempertegas arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun infrastruktur penyiaran yang berkeadilan, modern, dan mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok. Keunggulan teknologi Single Frequency Network (SFN) yang diterapkan di Turyapada Tower membuat kualitas siaran lebih stabil dan merata, bahkan menjangkau wilayah barat Bali hingga Kabupaten Jembrana.

“Turyapada Tower bukan sekadar bangunan megah di dataran tinggi, tetapi simbol transformasi, kemajuan teknologi, sekaligus pelestarian budaya Bali. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan layanan informasi yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” kata Gubernur Koster.

Dari sisi ekonomi rumah tangga, siaran TV digital ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Warga tidak lagi bergantung pada parabola maupun layanan televisi berbayar. Cukup menggunakan televisi digital atau televisi analog yang dilengkapi set top box, masyarakat sudah dapat menikmati tayangan berkualitas dengan pilihan channel yang jauh lebih banyak.

“Ini membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan akses informasi, edukasi, dan hiburan dapat dinikmati secara merata,” paparnya.

Turyapada Tower dibangun di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut dengan tinggi menara 115 meter, sehingga total ketinggian mencapai 1.636 meter di atas permukaan laut.

Selain sebagai pusat pemancar televisi digital terestrial, kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis teknologi dan edukasi, mulai dari planetarium, skywalk, jembatan kaca, hingga restoran putar 360 derajat.

Siaran televisi digital sendiri diluncurkan secara bertahap sejak April 2025. Hingga tahap ketiga pada 27 Desember 2025, total 30 channel dari TVRI, ANTV, Nusantara TV, dan Metro TV telah sepenuhnya mengudara dari Turyapada Tower, menjadikannya pusat pemancar strategis di Bali.

Respons positif datang dari masyarakat Bali Utara yang mengikuti sesi interaksi daring. Mereka mengakui kualitas siaran kini jauh lebih jernih dan jumlah channel meningkat signifikan. Apresiasi juga disampaikan para camat dan perbekel dari Desa Bubunan, Penuktukan, hingga Tukad Sumaga, Gerokgak.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra turut mengapresiasi kehadiran Turyapada Tower yang dinilai mampu memperkuat akses informasi dan hiburan yang aman serta merata bagi masyarakat Buleleng.
Ke depan, kawasan Turyapada Tower diproyeksikan menjadi pusat integrasi teknologi, budaya, dan pariwisata.

Penyelesaian interior fasilitas wisata ditargetkan rampung pertengahan 2026 dan keseluruhan kawasan direncanakan diresmikan pada Desember 2026 dengan total investasi hampir Rp600 miliar, yang sepenuhnya menjadi aset daerah guna meningkatkan PAD Kabupaten Buleleng.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap Turyapada Tower menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital dalam Bali Era Baru yang maju, berbudaya, dan sejahtera. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *