Cara Bijak Bali Sambut World’s Best Destination 2026 : Saatnya Indonesia Bangkit dan Bertransformasi

Newtvkaori.com | DENPASAR – Bali kembali meraih enghargaan World’s Best Destination 2026 sebagai sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi Indonesia.
Pengakuan dunia ini menegaskan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol peradaban, budaya dan keramahtamahan Indonesia di mata global.
Meski demikian, penghargaan ini harus disikapi secara bijak, reflektif, dan visioner bukan semata dirayakan secara euforia.
Penghargaan dan Tanggung Jawab Transformasi
Dalam beberapa tahun terakhir, Bali menghadapi berbagai isu struktural yang perlu ditangani secara serius dan kolaboratif, antara lain:
- Tata kelola dan tata niaga pariwisata yang belum sepenuhnya adil dan berkelanjutan
- Tekanan infrastruktur akibat pertumbuhan wisata yang cepat
- Degradasi lingkungan dan daya dukung alam, termasuk air, sampah dan tata ruang
- Kesenjangan manfaat ekonomi antara kawasan, pelaku lokal, dan masyarakat adat
Ketidak pastian mekanisme pembangunan dan investasi atas perijinan, mekanisme, pengawasan dan penindakan atas pelanggaran yang banyak terjadi.
Menurut Agus Maha Usadha, justru di titik inilah World’s Best Destination 2026 harus menjadi momentum reformasi, bukan beban reputasi.
“Bali tidak boleh terjebak menjadi korban dari kesuksesannya sendiri. Kita harus naik kelas dari destinasi populer menjadi destinasi beradab, berkelanjutan, dan berdaulat secara ekonomi,” terangnya.
Arah Baru: Pariwisata Bernilai, Bukan Sekadar Volume
NCPI Bali, Kadin Bali, dan Indonesia China Friendship Association (PPIT Bali) mendorong agar ke depan Bali dan Indonesia fokus pada:
- Pariwisata bernilai tinggi, rendah dampak, dan berpihak pada alam serta budaya (Quality Tourism & Green Economy)
- Reformasi Tata Kelola & Tata Niaga Transparansi, keadilan bagi pelaku lokal, UMKM, dan desa adat.
- Investasi Infrastruktur Berkelanjutan
Transportasi, air, energi, dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. - Penguatan SDM & Kepemimpinan Lokal. Bali sebagai pusat pembelajaran pariwisata dunia, bukan hanya lokasi eksploitasi.
- Kolaborasi Pusat-Daerah-Swasta-Komunitas
Menjadikan Bali laboratorium nasional transformasi pembangunan Indonesia yang berlandaskan Budaya Bali, melalui Penerapan pilihan dasar Tri Hita Karana.
Pesan untuk Indonesia dan Dunia
World’s Best Destination 2026 bukanlah garis akhir, melainkan titik awal bagi Bali dan Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu tumbuh tanpa merusak, maju tanpa kehilangan jati diri.
Penghargaan ini menjadi panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, khususnya menjawab pemenuhan kebutuhan infrastructure pariwisata penerapan tata kelola investasi dan perijinan yang Sudah tersosialisasi dengan baik dan dipahami serta applicable.
“Dalam pelaksanaan di lapangan termasuk pengawasan serta penindakan terhadap pelanggaran guna memberikan kepastian hukum dalam investasi , dunia usaha, komunitas adat, akademisi, dan generasi muda, untuk bersatu dalam transformasi, menjadikan Bali contoh nyata pariwisata dunia yang bermartabat dan berkelanjutan,” tutupnya. (red).
World’s Best Destination 2026, Cara Bijak Bali, Indonesia, Bali, Bangkit, Transformasi



