Pengurus Baru FPK Bali Terbentuk Siap Dukung Kebijakan Pemerintah Demi Bali Harmonis

Newtvkaori.com | DENPASAR – Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Provinsi Bali mulai mematangkan langkah organisasi dengan menyusun kepengurusan baru untuk periode 2026-2029. Penyusunan struktur kepengurusan ini dipimpin langsung Ketua Umum FPK Bali A.A. Bagus Ngurah Agung bersama Yusdi Diaz.
Pembentukan kepengurusan tersebut menjadi fondasi awal FPK Bali dalam menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu unsur etnis, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di Pulau Dewata. FPK diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Menurut Ngurah Agung, susunan kepengurusan FPK Bali saat ini telah hampir lengkap dan tinggal menunggu konfirmasi kesiapan dari sejumlah nama yang telah ditetapkan.
“Baru saja sudah terbentuk sebuah kepengurusan, kelihatannya sudah komplet semua, tinggal kita memastikan beberapa orang untuk minta konfirmasi kesanggupannya,” kata Ngurah Agung bersama Yusdi Diaz, saat diwawancarai awak media di Denpasar, Selasa, 20 Januari 2026.
Ngurah Agung menjelaskan, rapat yang digelar tersebut baru sebatas menetapkan struktur kepengurusan. Sementara pembahasan terkait program kerja akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. “Nanti untuk program kerja akan kita rencanakan buat pertemuan berikutnya,” kata Ngurah Agung.
Ngurah Agung juga menegaskan, para pengurus yang terpilih nantinya akan menandatangani Surat Pernyataan sebagai bentuk kesiapan menjalankan tugas organisasi sekaligus komitmen untuk segera dilantik secara resmi.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, FPK Bali diharapkan dapat berperan aktif memberikan masukan strategis kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya kepada Gubernur Bali Wayan Koster, dalam pengambilan kebijakan yang berpihak pada keharmonisan daerah. “Kita siap untuk mensosialisasikan peraturan-peraturan dari Gubernur Bali,” paparnya.
Pandangan serupa disampaikan Yusdi Diaz yang menekankan bahwa Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Bali merupakan organisasi yang difasilitasi pemerintah, dengan fokus utama mempererat pembauran unsur Etnis Nusantara di Bali.
“Pak Agung ini punya pengalaman yang kaya tentang Etnis Nusantara, karena beliau ini khan Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali,” kata Yusdi Diaz, yang juga sebagai Penasehat Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali.
Yusdi Diaz juga menambahkan, keberadaan etnis dan suku yang beragam di Bali secara otomatis juga membawa keragaman agama, meskipun sudah ada forum-forum lain seperti FKUB yang bergerak di bidang serupa.
“Kita berharap di Bali ini sebagai tempat yang dikatakan orang untuk bertemu dan berkumpul khan penduduknya dari mana-mana sudah ada,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Yusdi Diaz berharap FPK Bali dapat berfungsi sebagai mediator dan fasilitator pembauran, sekaligus menjadi penyeimbang berbagai kepentingan demi menjaga keamanan dan kenyamanan Bali sebagai daerah tujuan hidup dan wisata.
“Bagaimana kita bisa membaur dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Saya kira itu Q Point-nya,” kata Yusdi Diaz. (red).



